December 18, 2011

Asuhan Kebidanan Imunisasi Hepatitis B

LAPORAN PENDAHULUAN

A.    Konsep Dasar Imunisasi dan pengertian Penyakit Hepatitis B
1.     Pengertian
                            
 Imunisasi merupakan salah satu cara pencegahan penyakit serius yang paling efektif untuk bayi dari segi biaya (Wahab, 2000). Atau pemberian imunisasi awal pada bayi yang baru lahir sampai usia satu tahun untuk mencapai kadar kekebalan diatas ambang perlindungan. (Depkes RI, 2005).

Hepatitis B (penyakit kuning) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B yang merusak hati. Penyakit ini bisa menjadi kronis dan menimbulkan pengerasan hati (Cirrhosis Hepatis), kanker hati (Hepato Cellular Carsinoma) dan menimbulkan kematian. Infeksi pada anak biasanya tidak menimbulkan gejala.

Penyakit hepatitis B merupakan salah satu penyakit menular yang berbahaya yang dapat menyebabkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan merupakan masalah kesehatan masyarakat dunia. Penyakit hepatitis B diderita lebih 300 juta penduduk dunia dari lebih dari 200 juta tinggal di negara berkembang seperti Asia. Makin tinggi prevelensi infeksi hepatitis B pada suatu tempat, maka makin banyak anak – anak dan bayi yang akan terinfeksi oleh virus tersebut karena sistem imun tubuh yang belum berkembang sempurna. Sampai saat ini penyakit hepatitis B belum ada obatnya sehingga perlu dioptimalkan upaya pencegahan. Salah satu pencegahan yang sangat efektif adalah dengan cara imunisasi hepatitis B.
Imunisasi sangat penting untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit hepatitis B di Indonesia melalui imunisasi hepatitis B terhadap semua bayi yang baru lahir sedini mungkin (0-7 hari) setelah kelahirannya. Imunisasi hepatitis B adalah suatu usaha yang dilakukan dalam pemberian vaksin pada tubuh seseorang sehingga dapat timbul kekebalan terhadap penyakit hepatitis B (Depkes RI, 2004).

Pelaksanaan program imunisasi merupakan program penting dalam upaya pencegahan primer bagi individu dan masyarakat terhadap penyebaran penyakit menular. Pelaksanan program imunisasi merupakan program penting dalam upaya pencegahan primer bagi individu dan masyarakat terhadap penyebaran penyakit menular. Pelaksanaan imunisasi menjadi kurang efektif  bila banyak bayi yang tidak diimunisasi.

2.     Gejala
a)     Selera makan hilang.
b)     Rasa tidak enak di perut.
c)     Mual sampai muntah.
d)     Demam ringan.
e)     Kadang-kadang disertai nyeri sendi dan bengkak pada perut kanan atas.
f)      Setelah satu minggu akan timbul gejala utama seperti bagian putih pada mata tampak kuning, kulit seluruh tubuh tampak kuning.
1)     Air seni berwarna seperti teh.
2)     Kotoran menjadi pucat.

3.     Penularan
Hepatitis B merupakan bentuk Hepatitis yang lebih serius dibandingkan dengan jenis hepatitis lainnya. Penderita Hepatitis B bisa terjadi pada setiap orang dari semua golongan umur. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan virus Hepatitis B ini menular. Ada dua macam cara penularan virus hepatitis B yaitu:
a)     Secara vertical, cara penularan vertikal terjadi dari Ibu yang mengidap virus Hepatitis B kepada bayi yang dilahirkan, penularan bukan didapat dari darah bayi yang terhubung kepada ibu melalui plasenta bayi atau dari air susu ibu . Tapi bisa terjadi saat persalian atau juga ketika menyusui di mana terjadi kontak antara luka kecil pada puting susu ibu dengan mulut bayi.
b)     Secara horisontal, dapat terjadi akibat penggunaan alat suntik yang tercemar, tindik telinga, tusuk jarum, transfusi darah, penggunaan pisau cukur dan sikat gigi secara bersama-sama serta hubungan seksual dengan penderita.

4.     Cara Pencegahan
a.     Imunisasi
Usaha untuk memberikan kekebalan aktif pada bayi dan anak terhadap penyakit tertentu dengan cara pemberian vaksin yaitu kuman penyebab penyakit yang telah dilemahkan. Untuk mencegah penularan ini, setiap bayi diwajibkan mendapat vaksin hepatitis B pada usia 0-7 hari.

b.     Hindari aktivitas sex dengan berganti-ganti pasangan.
c.     Hindari mendapat donor darah yang tidak resmi.
d.     Hindari menggunakan jarum suntik bekas.


5.      Imunisasi Hepatitis B
Vaksin hepatitis B adalah vaksin virus recombinan yang telah diinaktivasikan dan bersifat non-infecious, berasal dari HBsAg yang dihasilkan dalam sel ragi (Hansenula polymorpha) menggunakan teknologi DNA rekombinan. (vademecum Bio Farma Jan 2002).
Pemberian vaksin bagi bayi pada awal masa kehidupannya sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit berbahaya.  Salah satu yang paling penting untuk diberikan adalah vaksinasi hepatitis B. Dari pengidap hepatitis kronik yang berada di masyarakat, sekitar 90 persen di antaranya mengalami infeksi mereka masih bayi.  Infeksi dari ibu yang mengidap virus hepatitis bisa terjadi sejak masa persalinan hingga bayi mencapai usia balita

a.)  Jadwal imunisasi hepatitis B
1.)  Saat lahir
HB-1 harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir, dilanjutkan pada umur 1 dan 6 bulan. Apabila status HbsAg-B ibu positif, dalam waktu 12 jam setelah lahir diberikan HBlg 0,5 ml bersamaan dengan vaksin HB-1. Apabila semula status HbsAg ibu tidak diketahui dan ternyata dalam perjalanan selanjutnya diketahui bahwa ibu HbsAg positif maka masih dapat diberikan HBlg 0,5 ml sebelum bayi berumur 7 hari.
2.)  1 bulan
Hb-2 diberikan pada umur 1 bulan, interval HB-1 dan HB-2 adalah 1 bulan.
3.)  6 bulan
HB-3 diberikan umur 6 bulan. Untuk mendapatkan respons imun optimal, interval HB-2 dan HB-3 minimal 2 bulan, terbaik 5 bulan.
b.)  Kemasan
1.     Vaksin hepatitis B adalah vaksin yang berbentuk cairan.
2.     Vaksin hepatitis B terdiri dari dua kemasan:
3.     Kemasan dalam prefiil injection device (PID)
4.     Kemasan dalam vial
a.     Satu box vaksin hepatitis B PID terdiri dari 100 HB PID.
b.     Satu box vaksin hepatitis B vial terdiri dari 10 vial @ 5 dosis masing-masing

c.)  Indikasi
Untuk pemberian kekebalan aktif terhadap infeksi yang disebabkan oleh virus hepatitis B.

d.)  Cara pemberian dan dosis untuk bayi dan anak-anak
1)     Sebelum digunakan vaksin harus dikocok terlebih dahulu agar suspensi menjadi homogen.
2)     Vaksin disuntikan dengan dosis 0,5 ml atau 1 (buah) HB PID, pemberian suntikan secara intramuskuler, sebaiknya pada anterolateral paha.
a.     Pemberian sebanyak 3 dosis.
b.     Dosis pertama diberikan pada usia 0-7 hari dosis berikutnya dengan interval minimum 4 minggu (1 bulan).
3)     Vaksin hepatitis B juga direkomendasikan untuk diberikan pada orang dewasa. Dengan tiga kali pemberian, vaksin hepatitis B dapat memberikan perlindungan sebanyak 90 %.

e.)  Kontra idikasi
Hipersensitif terhadap komponen vaksin. Sama halnya seperti vaksin-vaksin lain, vaksin ini tidak boleh diberikan kepada penderita infeksi berat disertai kejang.

f.)   Efek samping
Reaksi lokal seperti rasa sakit, kemerahan dan pembengkakan di sekitar tempat penyuntikan. Reaksi yang terjadi bersifat ringan dan biasanya hilang setelah 2 hari.
Imunisasi hepatitis B juga dapat menggunakan vaksin DPT-HB atau biasa disebut dengan combo.Vaksin mengandung DPT berupa toksoid difteri dan toksoid tetanus yang di murnikan dan pertusis yang inaktifasi serta vaksin hepatitis B yang merupakan sub unit vaksin virus yang mengandung HbsAg murni dan bersifat non infectious.
Indikasi:
Untuk pemberian kekebalan aktif terhadap penyakit difteri, pertusis, tetanus dan hepatitisB
Cara pemberian dan dosis:
•    Pemberian dengan cara intramuskular, 0,5 ml sebanyak 3 dosis.
•    Dosis pertama pada usia 2 bulan, dosis selanjutnya denga interval 4 minggu (1 bulan).
Jumlah Pemberian:
Sebanyak 3 kali, dengan interval 1 bulan antara suntikan pertama dan kedua, kemudian 5 bulan antara suntikan kedua dan ketiga.
Usia Pemberian
Sekurang-kurangnya 12 jam setelah lahir. Dengan syarat, kondisi bayi stabil, tak ada gangguan pada paru-paru dan jantung. Dilanjutkan pada usia 1 bulan, dan usia 3-6 bulan. Khusus bayi yang lahir dari ibu pengidap VHB, selain imunisasi tsb dilakukan tambahan dengan imunoglobulin antihepatitis B dalam waktu sebelum usia 24 jam.
Lokasi Penyuntikan:
Pada anak di lengan dengan cara intramuskuler. Sedangkan pada bayi di paha lewat anterolateral (antero= otot-otot bagian depan, lateral= otot bagian luar). Penyuntikan di bokong tidak dianjurkan karena bisa mengurangi efektivitas vaksin.
Efek Samping:
Umumnya tak terjadi. Jikapun ada (jarang) berupa keluhan nyeri pada bekas suntikan, yang disusul demam ringan dan pembengkakan. Namun rekasi ini akan menghilang dalam waktu dua hari.
Tanda Keberhasilan:
Tak ada tanda klinis yang dapat dijadikan patokan. Namun dapat dilakukan pengukuran keberhasilan melalui pemeriksaan darah dengan mengecek kadar hepatitis B-nya setelah anak berusia setahun. Bila kadarnya di atas 1000, berarti daya tahanya 8 tahun; diatas 500, tahan 5 tahun; diatas 200 tahan 3 tahun. Tetapi kalau angkanya cuma 100, maka dalam setahun akan hilang. Sementara bila angkanya 0 berarti si bayi harus disuntik ulang 3 kali lagi.
Tingkat Kekebalan:
Cukup tinggi, antara 94-96%. Umumnya setelah 3 kali suntikan, lbih dari 95% bayi mengalami respons imun yang cukup.
Kontra indikasi:
Tak dapat diberikan pada anak yang sakit berat

6.                       Tujuan
          Imunisasi bertujuan untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit hepatitis B
7.     Sasaran Program Imunisasi
Imunisasi hepatitis B sangat dianjurkan untuk kelompok orang berikut:
a)     Bayi baru lahir Mencakup bayi usia 0-1 tahun untuk mendapatkan vaksinasi Hepatitis-B
b)     Anak dan remaja yang belum mendapat imunisasi hepatitis B
c)     Keluarga yang salah satu anggota keluarganya terinfeksi virus hepatitis B
d)     Pekerja medis
e)     Pekerja laboratorium
f)      Penderita gangguan penyakit yang sering cuci darah atau mendapat transfusi darah

8.     Manfaat
        a. Manfaat untuk anak
           Mencegah penderitaan yang disebabkan oleh virus hepatitis B
        b. Manfaat untuk keluarga
           Menghilangkan kecemasan dan biaya pengobatan bila anak sakit. Mendorong keluarga kecil apabila si orang tua yakin bahwa anak-anak akan menjalani masa kanak-kanak dengan aman.
        c. Manfaat untuk negara
           Memperbaiki tingkat kesehatan, menciptakan bangsa yang kuat dan berakal untuk melanjutkan pembangunan negara dan memperbaiki citra bangsa Indonesia diantara segenap bangsa didunia. (Depkes RI, 2001)

9.     Cara Pemberian dan Waktu Imunisasi Hepatitis
                   Bibit penyakit yang menyebabkan hepatitis B adalah virus. Vaksin hepatitis B dibuat dari bagian virus yaitu lapisan paling luar (mantel virus) yang telah mengalami proses pemurnian. Vaksin hepatitis B akan rusak karena pembekuan dan pemanasan. Vaksin hepatitis B paling baik disimpan pada temperatur 2,8°C.
Imunisasi lengkap hepatitis B dapat mencegah infeksi virus hepatitis B (VHB) selama 15 tahun. Imunisasai hepatitis B diberikan sebanyak 3 kali. Imunisasi pertama dan kedua diberikan dalam jarak 1 bulan. Sedangkan imunisasi ketiga diberikan 5 bulan setelah imunisasi kedua. Pemberian imunisasi hepatitis B sebaiknya sedini mungkin yaitu saat bayi hendak pulang dari rumah bersalin.

Bagi orang dewasa sebaiknya dilakukan pemeriksaan untuk melihat kadar anti HBs. Anti HBs adalah antibodi terhadap antigen permukaan VHB (HBs-Ag). Dengan begitu dapat dinilai apakan tubuh telah memiliki kekebalan terhadap hepatitis B atau tidak. Jika tubuh telah memiliki cukup kekebalan terhadap infeksi VHB maka imunisasi hepatitis B tidak diperliukan lagi. Namun pada kenyataannya pemeriksaan kadar anti-HBs lebih mahal daripada harga vaksin hepatitis B, dengan begitu bagi mereka yang beresiko tinggi tertular VHB imunisasi bisa langsung diberikan.
Hepatitis B-1        
HB-1 harus diberikan sedini mungkin setelah lahir atau maksimal                                                                                                       dalam waktu 12 jam setelah lahir, dilanjutkan pada umur 1 dan 6 bulan. Apabila status HbsAg-B ibu positif, dalam waktu 12 jam setelah lahir diberikan HBlg 0,5 ml bersamaan dengan vaksin HB-1. Apabila semula status HbsAg ibu tidak diketahui dan ternyata dalam perjalanan selanjutnya diketahui bahwa ibu HbsAg positif maka masih dapat diberikan HBlg 0,5 ml sebelum bayi berumur 7 hari.

Hepatitis B-2        
Hb-2 diberikan pada umur 1 bulan, interval HB-1 dan HB-2 adalah 1 bulan. 0-2 bulan

10.                        Indikasi Imunisasi
Vaksin berisi HBsAg murni                                                                                                               Suntikan secara Intra Muskular di daerah deltoid, dosis 0,5 ml.                                                           Penyimpanan vaksin pada suhu 2-8°C                                                                                                  Bayi lahir dari ibu HBsAg (+) diberikan imunoglobulin hepatitis B 12 jam setelah lahir  + imunisasi Hepatitis B                                                                                                                                                     Dosis kedua 1 bulan berikutnya                                                                                                            Dosis ketiga 5 bulan berikutnya (usia 6 bulan)                                                                                     Imunisasi ulangan 5 tahun kemudian                                                                                                   Kadar pencegahan anti HBsAg > 10mg/ml                                                                                        Produksi vaksin Hepatitis B di Indonesia, mulai program imunisasi pada tahun 1997
               Gizi kurang, alergi terhadap mono vaksin, misalnya makanan dan obat-obatan.
11.                        Kontra Indikasi
            Hepatitis B       :   Tidak ada
12.                        Dosis, Jumlah dan Waktu Pemberian Serta Efek Samping
           Umur                   :   0-11 bulan
           Dosis                   :   0, 5 cc / pemberian
           Cara                    :   Suntikan IM pada bagian luar
           Jumlah suntikan    :   3 x dengan interval 1 bulan dan 5 bulan.
           Efek samping        :   tidak ada
           Kontra indikasi     :   Imunisasi tidak boleh diberikan pada anak dengan sakit berat

TINJAUAN KASUS ASUHAN KEBIDANAN


3.1   PENGKAJIAN
        Anamnesa tanggal : 20 September 2011 Jam : 08.00 WIB
        A. Data Subjektif
           1. Identitas
               Nama bayi                    : By “S”
               Tempat dan tanggal lahir       : Surabaya, 20 September 2011
               Umur                            : 2 jam
               Jenis kelamin                : Perempuan

Nama ibu
: Ny. “N”

Nama ayah
: Tn. “L”
Umur
: 28 th

Umur
: 30 th
Suku / Bangsa
: Jawa / Indonesia

Suku / Bangsa
: Jawa / Indonesia
Agama
: Islam

Agama
: Islam
Pendidikan
: SMA

Pendidikan
: SMA
Pekerjaan
: IRT

Pekerjaan
: Swasta
Alamat
: balong

Alamat
: balong

           2. Keluhan Utama 
        Ibu mengatakan ingin mengimunisasikan bayinya dan pada saat ini bayinya dalam keadaan sehat.

           3. Riwayat penyakit sekarang
               Ibu klien mengatakan bayinya dalam keadaan sehat
           4. Riwayat penyakit keluarga
               Ibu klien mengatakan bahwa dalam keluarga tidak ada yang mempunyai penyakit menular seperti, TBC, Hepatitis B dan menurun dan menahun seperti, Asma, Jantung, Diabetes Militus, Hipertensi.


           5. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
No.
Suami ke
Usia kehamilan
Jenis
Persalinan
Penolong
/
BB/PB
Umur Sekarang
Meneteki
KB

1

1
9 bln
Spontan B
Bidan
2800 kg/ 49 cm
2 jam
2 jam
-

           6. Riwayat imunisasi yang lalu
               Ibu klien mengatakan bayinya sudah mendapatkan imunisasi Hepatitis I, polio I tanggal 07 – 03 – 2007.
           7. Pola aktivitas sehari-hari
               a. Pola nutrisi
               Ibu klien mengatakan bayinya minum ASI dan diberi sesuai dengan kebutuhan bayi
               b. Pola aktivitas
               Ibu klien mengatakan bayinya aktif, tidak lemah, jika dipanggil memberi respon, menangis seperti biasa, reflek normal, dan pergerakannya banyak.
               c. Pola eliminasi
                              BAB       : Ibu klien mengatakan bayinya BAB 1 x / hari, lembek, warna kuning tengguli.
                   BAK  :   Ibu klien mengatakan bayinya BAK 5 – 6 x  / hari, cair, warna kuning, lancar, bau pesing.
               d. Pola istirahat
                   Ibu klien mengatakan bayinya tidur ± 19 jam.
               e. Personal hygiene
                   Ibu klien mengatakan bayi mandi 2 x / hari, ganti baju dan popok setiap buang air besar dan kecil.
        B. Data Obyektif
           1. Pemeriksaan umum
               a. Keadaan umum :   Baik
               b. Suhu                :   365°C
               c. Pernafasan       :   32x / menit.
               d. Nadi                :   140 x/menit
e.  BB                    :     2900 gram
           2. Pemeriksaan Fisik
               a. Kepala         :   Rambut bersih, tipis
               b. Mata            :   Simetris, tidak ikterus
               c. Telinga         :   Simetris, bersih
               d. Mulut           :   Simetris, tidak ada stomatitis, belum tumbuh gigi
               e. Hidung         :   Simetris, tidak ada polip, tidak ada PCH
               f. Leher           :   Tidak ada pembesaran vena jugularis dan nyeri tekan
               g. Dada            :   Simetris, bersih, tidak ada nyeri tekan
               h. Ekstremitas :   Lengkap tidak ada kelainan, simetris, anus berlubang
               i.  Genetalia     :   Tidak ada kelainan

3.2   INTERPRETASI DATA
        Dx    :   bayi dengan imunisasi Hepatitis
DS     :  Ibu mengatakan ingin mengimunisasikan bayinya yang lahir 2 jam lalu pada tanggal 6 September 2011 dan pada saat ini bayinya dalam keadaan sehat.
        DO   :   Keadaan umum baik.
        TTV  :   S        :    365°C
                   BB    :   2900 gr
                   RR    :   32 x / menit            
                   PB    :   51 cm
                   N     :   140 x / menit

3.3   ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL
        Tidak ada
3.4   IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
        Tidak ada
3.5   INTERVENSI
Tgl/jam
Diagnosa

Intervensi

Rasional
20-03-07
08.30
Bayi dengan imunisasi Hepatitis
Tujuan  :   Setelah dilakukan imunisasi ±  10      menit diharapkan tidak terjadi komplikasi pada bayi.
Kriteria : Timbul benjolan dengan diameter tidak lebih dari 0,5 cm.
-    KU : baik
-    TTV:
                       S   :    365°C
               BB        :    2900 gr
               RR        :    32 x / menit   PB       :   51 cm
               N  :    140 x / menit



Rencana tindakan



1. Lakukan pendekatan terapeutik pada klien dan ibu.
1. Menjalin kerjasama antara klien dengan petugas kesehatan.


2. Siapkan imunisasi Hepatitis
2. Agar proses imunisasi berjalan lancar.


3. Lakukan imunisasi Hepatitis dengan teknik yang benar.
3. Tidak terjadi kesalahan penyuntikan.


5.          Berikan HE tentang :


4. Agar ibu tahu tentang keberhasilan dari imunisasi Hepatitis


   -   Perawatan luka bekas suntikan



   -   Fisiologis imunisasi Hepatitis



   -   Komplikasi



5. Jelaskan untuk kembali mendapatkan imunisasi selanjutnya.
5. Ibu mengetahui bayinya masih memerlukan  imunisasi yang lain.


6.  Ingatkan ibu klien untuk segera mengikuti KB.
6. Untuk menjaga kelahiran bayi sehingga memberi perhatian dan mengasuh secara optimal.

3.6   IMPLEMENTASI
Tgl / jam
Diagnosa
Implementasi
20-03-07
08.30
Bayi dengan imunisasi Hepatitis
1. Melakukan pendekatan terapeutik pada klien dengan cara menyapa pasien dengan ramah, tanyakan keluhannya.
2. Mempersiapkan imunisasi Hepatitis
    Mempersiapkan vaksin Hepatitiis, Spuit 1cc, kapas air DTT.
3. Melakukan imunisasi Hepatitis dengan teknik yang benar.
     Tekniknya  :
    a. Mencuci tangan
    b. Menggedong bayi dengan lengan kanan atas di buka.
    c. Melakukan desinfeksi pada 1/3 lengan kanan atas dengan kapas air DTT.
    d. Melakukan penyuntikan secara IC (Intra Cutan).
    e. Memasukkan vaksin dengan dosis 0,05 ml.
4. Memberikan HE tentang
    -  Luka bekas imunisasi jangan ditekan.
     -   1 minggu timbul seperti jerawat dibiarkan saja.
    -  Kadang terjadi peradangan setempat yang agak berat atau abses yang lebih dalam.


5.     Menjelaskan untuk kembali ketika bayi berusia 2 bulan (8 Mei 2007)  untuk mendapatkan imunisasi DPT I, HB II dan Polio.


6. Mengingatkan ibu klien untuk segera mengikuti KB.

3.7   EVALUASI
        Tanggal : 20-09-2011                        Jam : 08.40
        S  :   Ibu klien mengatakan bayinya sudah dilakukan imunisasi Hepatitis B I.
        O  :   Keadaan pasien baik.
               S       : 365°C
               N     :   140x / menit
               RR    :   32 x / menit
               BB    :   2900 gram
               Terdapat gelembung bekas imunisasi pada lengan kanan.
        A  :   Bayi dengan imunisasi Hepatitis
        P  :   1. Mengingatkan ibu HE tentang
                   - Luka bekas imunisasi jangan ditekan.
                        - 1 minggu timbul seperti jerawat dibiarkan saja.
                    - Kadang terjadi peradangan setempat yang agak berat atau abses yang lebih dalam.
2.     Mengingatkan untuk kembali ketika bayi berusia 2 bulan (20 November 2011)  untuk mendapatkan imunisasi DPT I, HB II dan Polio.
3.        Mengingatkan ibu klien untuk segera mengikuti KB untuk menjaga jarak kelahiran.

No comments:

Post a Comment